EKARISTI SEBAGAI PERAYAAN ANAMNESE KEHADIRAN SAKRAMENTAL YESUS KRISTUS
Pendahuluan
Liturgi anamnesis dalam tradisi biblis menunjuk pada tindakan penyelamatan Allah di masa lamapau, tindakan itu dikenang dan dihadirkan kembali . Tindakan penyelamatan Allah ini secara nyata hadir dalam Ekaristi, yang mana kurban Kristus di atas salib dihadirkan kembali dalam kenangan. Kenangan akan karya penyelamatan Allah itu bukan hanya sekedar mengingat-ingat secara intelektual, melainkan tindakan Allah itu dihadirkan secara nyata di sini dan sekarang. Aktualisasi karya keselamatan Allah dalm diri Kristus itu terjadi dahulu, sekarang dan di masa yang akan datang yaitu dalam kepenuhannya di akhir zaman, inilah yang disebut sintakbasis. Dalam artian ini, kurban Kristus itu terjadi satu kali untuk selama-lamanya. Dalam Ekaristi kurban itu dihadirkan lagi dalam bentuk sakramental yaitu secara simbolis, bukan diulang. Jadi Perayaan Ekaristi merupakan perayaan kenangan akan karya keselamatan Allah yang terlaksana dalam diri Kristus.
Teologi Ekaristi dewasa ini menjelaskan kehadiran Kristus dalam Ekaristi dalam tiga rincian kehadiran, yaitu kehadiran personal Yesus Kristus, kehadiran aktual tindakan Yesus Kristus dan kehadiran nyata Yesus Kristus dalam rupa roti dan anggur Ekaristi.
Kehadiran Personal Yesus Kristus.
Kehadiran pribadi Yesus Kristus dalam Ekaristi dilukiskan oleh Sacrosanctum Consilium 7 sebagai berikut:
Untuk melaksanakan karya sebesar itu, Kristus selalu mendampingi Gereja-Nya terutama dalam kegiatan-kegiatan liturgis. Ia hadir dalam Korban Misa, baik dalam pribadi pelayan, karena yang sekarang mempersembahkan diri melalui pelayanan imam sama saja dengan Dia yang ketika itu mengorbankan Diri di kayu salib, maupun terutama dalam (kedua) rupa Ekaristi. Dengan kekuatan-Nya Ia hadir dalam Sakramen-sakramen sedemikian rupa, sehingga bila ada orang yang membabtis, Kristus sendirilah yang membabtis. Ia hadir dalam sabda-Nya, sebab Ia sendiri bersabda bila Kitab suci dibacakan dalam Gereja. Akhirnya Ia hadir, sementara Gereja memohon dan bermazmur karena Ia sendiri berjanji : bila dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, disitulah Aku berada diantara mereka (Mat 18:28).
Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa pribadi Yesus Kristus sendiri hadir dalam perayaan liturgi. Ia hadir dalam Perayaan Ekaristi. Dalam Perayaan Ekaristi, Kristus hadir sebagai pelayan Ekaristi dan menghadirkan kurban salib-Nya di Golgota. Ia juga hadir dalam pribadi imam yang bertindak in persona Christi capitis. Namun perlu diperhatikan dan dipahami secara sungguh-sungguh bahwa kehdiran Kristus di sini bukan dalam artian hadir secara fisik seperti Yesus Kristus yang hadir 2000 tahun yang lalu di Palestina. Kehadiran Kristus dalam liturgi Ekaristi adalah kehadiran sakramental yaitu dalam bentuk tanda, yaitu dalam diri imam pemimpin liturgi dan dalam rupa rotidan anggur Ekaristi. Kehadiran Kristus dalam Ekaristi adalh kehadiran secara personal dan nyata.
Kehadiran Aktual Tindakan Yesus Kristus
Ekaristi sebagai perayaan sakramental kehadiran Yesus Kristus mencakup kehadiran pribadi Kristus dan sekaligus karya atau tindakan penyelamatan-Nya. Sebab karya dan pribadi Kristus merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Tindakan penyelamatan Kristus yang diaktualkan dalam Ekaristi adalah peristiwa wafat dan kebangkitan-Nya atau peristiwa Paska. Ini tidak berarti mengabaikan dimensi kehidupan Yesus lainnya, peristiwa Paska mendapat keistimewaan karena merupakan puncak dari karaya penyelamatan Allah. Seluruh dimensi kehidupan Yesus, inkarnasi, hidup, karya, wafat dan kebangkita-Nya mencampai puncak dalm peristiwa Paska.
Kurban Kristus, ketaatan dan penyerahan diri-Nya kepada Bapa sampai wafat di salib diaktualisasikan dalm seluruh Perayaan Ekaristi. Itulah kehadiran aktual Yesus Kristus dalam Ekaristi.
Kehadiran Nyata Yesus Kristus Dalam Rupa Roti dan Anggur.
Kehadiran pribadi Kristus dan karya-Nya dalam kurban salib di Golgota, mengalami penampakan yang sangat nyata dalam rupa roti dan anggur yang merupakan dua rupa Ekaristi. Ini menjadi mungkin dan nyata melalui peristiwa transubstansiasi yaitu roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Jadi yang hadir dan kita terima dalam Perayaan Ekaristi menjadi santapan jiwa, yang menguatkan kita bukan lagi roti dan anggur melainkan Tubuh dan Darah Yesus Kristus sendri. Dalam Perayaan Ekaristi, kita sungguh-sungguh berjumpa dengan Tuhan karena persatuan dengan Tubuh dan Darahnya yang kita terima. Hal ini memang sulit dipahami oleh akal budi manusia, hanya imanlah yang sanggup memahaminya sehingga mampu kita terima.
Hal tersebut di atas bukan tanpa makna dan alasan. Roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus sesuai dengan sabda Yesus sendiri pada perjamuan malam terakhir:
• Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada para murid-Nya seraya berkata: Ambillah dan makanlah inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu. Di sini Yesus mengidentifikasikan Tubuh-Nya sebagai roti yang dikurbankan bagi kita.
• Ia mengambil piala yang berisi anggur, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: Ambillah dan minumlah, inilah piala Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku. Di sini Yesus mengidentifikasikan Darah-Nya sebagi anggur yang ditumpahkan bagi keselamatan kita.
Dalam Ekaristi Yesus menyatakan Tubuh-Nya dalam rupa roti dan Darah-Nya dalam rupa anggur.
Ekaristi memberi kesempatan kepada Kristus untuk hadir di tengah-tengah kita dan sekaligus memberi kesempatan kepada kita umat-Nya untuk bersatu dengan Dia, bersama Dia dan bersekutu dengan Dia, yakni melalui penerimaan komuni kudus, Tubuh dan Darah Kristus sendiri.
Peran Roh Kudus Untuk Menghadirkan Kristus Dalam Ekaristi.
Dalam Ekaristi peran Roh Kudus sangat ditekankan. Karya Roh Kuduslah yang memungkinkan Kristus hadir secara personal dalam ekaristi, menghadirkan secara aktual karaya penyelamatan Allah dalam diri Yesus Kristus dan menghadirkan secara nyata Kristus dalam rupa roti dan anggur. Roh Kudus memungkinkan karya penyelamatan Allah yang terjadi dahulu, diaktualisasikan sekarang ini dan di sini dalam Ekaristi serta menanti kepenuhannya di akhir zaman. Itulah sebabnya umat beriman memohon agar Allah mengutus Roh Kudus (epiklese) untuk hadir menguduskan persembahan dan umat beriman sendiri serta mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus sendiri.
Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Yesus Kristus sungguh hadir dalam Ekaristi. Ia hadir dalm tiga cara yaitu:
Pertama kehadiran personal yang mana Kristus hadir sebagai pelayan Ekaristi dan juga hadir dalam diri imam yang memimpin liturgi dan bertindak atas nama-Nya.
Kedua kehadiran aktual tindakan penyelematan-Nya, yakni peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus atau peristiwa Paska yang merupakan puncak dari seluruh karya penyelamatan Allah.
Ketiga kehadiran nyata dalam roti dan anggur yang merupakan dua rupa Ekaristi. Kehadiran nyata ini menjadi mungkin melalui pristiwa substansiasi yaitu roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus.
Peran Roh Kudus begitu besar dan luar biasa dalam menghadirkan Kristus dalam Ekaristi. Roh Kudus-lah yang memungkinkan Kristus dapat hadir dalam tiga cara kehadiran yang telah disebutkan di atas. Roh Kudus juga yang memungkinkan karya penyelamatan Allah yang tejadi dahulu diaktualisasikan sekarang ini dan di sini serta mencapai kepenuhannya di akhir zaman.
Daftar Pustaka
1. Martasudjita. E. Pr. Ekaristi Tinjauan Teologis, Liturgis dan Pastoral. Yogyakarta: Kanisius. 2005.
2. Konsili Vatikan II. “Konstitusi tentang Liturgi Suci (SC)” dalam Dokumen Konsili Vatikan II. terj. R. Hardawiryana, SJ. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI – Obor. 1993.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Para saudaraku semanggarai komentar Anda saya tunggu.